Paduan Suara Syailendra Dhammaghosa Meriahkan Sannipata Waisak dan Maha Manggala Umat Buddha Temanggung 2570 BE/2026

Temanggung, 28 Juni 2026 – Komitmen Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra dalam mendukung kegiatan keagamaan Buddha kembali diwujudkan melalui penampilan Tim Paduan Suara Syailendra Dhammaghosa pada Sannipata Waisak dan Maha Manggala Umat Buddha Temanggung 2570 Buddhist Era (BE)/2026. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026, di Lapangan Dhamma Sekha, Vihara Dharma Surya, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, menjadi momentum kebersamaan umat Buddha sekaligus ajang pelestarian seni budaya Buddhis.

Keikutsertaan Syailendra Dhammaghosa dalam kegiatan ini merupakan kelanjutan dari partisipasi mereka pada Sannipata Waisak 2570 BE/2026 Kabupaten Semarang, menunjukkan konsistensi STAB Syailendra dalam berkontribusi pada berbagai perayaan keagamaan Buddha di Jawa Tengah melalui seni paduan suara.


Syailendra Dhammaghosa Kembali Hadir dalam Perayaan Waisak di Temanggung

Setelah memperoleh apresiasi atas penampilannya pada Sannipata Waisak Kabupaten Semarang, Tim Paduan Suara Syailendra Dhammaghosa kembali dipercaya untuk mengisi rangkaian acara Sannipata Waisak dan Maha Manggala Umat Buddha Temanggung 2570 BE/2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh umat Buddha dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung dan sekitarnya. Selain menjadi perayaan pasca-Waisak, acara ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarumat, memperkuat keyakinan kepada Tiratana, serta memperkokoh semangat kebersamaan melalui kegiatan keagamaan dan seni budaya Buddhis.

Partisipasi STAB Syailendra dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pengembangan kehidupan keagamaan Buddha di Indonesia.


Membawakan Lagu “Kelahiran Buddha Gautama” dan “Hadirkan Cinta”

Pada kesempatan tersebut, Tim Paduan Suara Syailendra Dhammaghosa membawakan dua lagu Buddhis yang sarat makna, yaitu Kelahiran Buddha Gautama dan Hadirkan Cinta.

Lagu Kelahiran Buddha Gautama mengajak umat untuk mengenang kembali peristiwa agung kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama yang kelak mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Buddha. Melalui syair yang penuh makna, lagu ini menghadirkan suasana reflektif sekaligus memperkuat keyakinan umat terhadap nilai-nilai luhur ajaran Buddha.

Sementara itu, lagu Hadirkan Cinta membawa pesan universal tentang cinta kasih (mettā), kedamaian, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Harmoni suara para anggota paduan suara mampu membangun suasana hangat dan menyentuh hati para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan.

Kedua lagu tersebut mendapat sambutan hangat dari umat Buddha dan para tamu undangan yang hadir.


Harmoni Paduan Suara Modern Berpadu dengan Nuansa Budaya Lokal

Salah satu daya tarik penampilan Syailendra Dhammaghosa adalah kemampuannya menghadirkan harmoni paduan suara modern tanpa meninggalkan kekayaan budaya lokal.

Di tengah berbagai pertunjukan seni tradisional yang turut memeriahkan acara, penampilan paduan suara memberikan warna tersendiri. Aransemen musik yang harmonis dipadukan dengan pembawaan yang ekspresif mampu menciptakan suasana yang khidmat sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan di antara umat Buddha.

Perpaduan antara seni modern dan budaya lokal tersebut menunjukkan bahwa seni Buddhis dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasinya.


Seni Paduan Suara sebagai Media Penyebaran Nilai-Nilai Dhamma

Bagi STAB Syailendra, seni bukan sekadar hiburan, melainkan juga media pendidikan dan penyebaran nilai-nilai Dhamma kepada masyarakat.

Melalui paduan suara, pesan tentang cinta kasih, kedamaian, kebijaksanaan, dan persaudaraan dapat disampaikan secara lebih menyentuh dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Musik menjadi bahasa universal yang mampu mempererat hubungan antarmanusia sekaligus membangun suasana spiritual dalam setiap kegiatan keagamaan.

Kehadiran Syailendra Dhammaghosa dalam berbagai kegiatan Buddhis juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat seni, membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengimplementasikan nilai-nilai Buddhis melalui karya yang bermanfaat bagi masyarakat.


Komitmen STAB Syailendra Melestarikan Seni dan Budaya Buddhis

Partisipasi dalam Sannipata Waisak dan Maha Manggala Umat Buddha Temanggung merupakan bagian dari komitmen STAB Syailendra untuk terus mendukung pelestarian seni budaya Buddhis sebagai salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa, termasuk Syailendra Dhammaghosa, STAB Syailendra secara konsisten memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, spiritual, dan seni secara seimbang.

Komitmen tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Buddhis yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga mampu menjadi pelestari budaya serta agen penyebar nilai-nilai Dhamma di tengah masyarakat.


Syailendra Dhammaghosa Siap Terus Berkarya untuk Umat Buddha

Keikutsertaan dalam berbagai kegiatan Waisak di Kabupaten Semarang maupun Kabupaten Temanggung menjadi pengalaman berharga bagi Tim Paduan Suara Syailendra Dhammaghosa untuk terus meningkatkan kualitas penampilan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ke depan, Syailendra Dhammaghosa diharapkan dapat terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan Buddha di tingkat daerah maupun nasional sebagai representasi STAB Syailendra dalam bidang seni.

Melalui semangat kebersamaan, kreativitas, dan pengabdian, tim ini diharapkan mampu terus menginspirasi generasi muda Buddhis untuk melestarikan seni sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Dhamma serta memperkuat persaudaraan antarumat Buddha.


Penutup

Penampilan Tim Paduan Suara Syailendra Dhammaghosa dalam Sannipata Waisak dan Maha Manggala Umat Buddha Temanggung 2570 BE/2026 menjadi bukti nyata bahwa seni memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan spiritual sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui lagu Kelahiran Buddha Gautama dan Hadirkan Cinta, STAB Syailendra kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan Buddha, melestarikan seni budaya Buddhis, serta membentuk mahasiswa yang kreatif, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

Semoga Syailendra Dhammaghosa terus berkembang sebagai duta seni Buddhis yang mampu menghadirkan harmoni, menyebarkan nilai-nilai Dhamma, dan memberikan inspirasi bagi umat Buddha di berbagai daerah.