Persembahan Kidung Dhamma oleh Syailendra Dhammaghosa dalam Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur

Magelang, 26 Juli 2026 – Paduan Suara Syailendra Dhammaghosa memperoleh kehormatan untuk mempersembahkan kidung Dhamma dalam rangkaian Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 yang diselenggarakan oleh Sangha Theravada Indonesia di Pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen berharga bagi kelompok paduan suara yang berada di bawah naungan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menyebarluaskan nilai-nilai luhur Dhamma melalui seni musik.

Penampilan Istimewa di Pelataran Candi Borobudur

Minggu, 26 Juli 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi Syailendra Dhammaghosa. Dalam perayaan Asalha Mahapuja yang dihadiri ribuan umat Buddha, paduan suara ini mendapat kesempatan untuk mempersembahkan kidung Dhamma di salah satu situs warisan dunia yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi, yaitu Candi Borobudur.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya tampil di hadapan umat Buddha dari berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga di hadapan para tamu dan peserta yang datang dari berbagai negara. Penampilan ini sekaligus menunjukkan komitmen Syailendra Dhammaghosa dalam mendukung pelestarian seni Buddhis sebagai media penyebaran nilai-nilai Dhamma.

Makna Asalha Mahapuja bagi Umat Buddha

Asalha Mahapuja merupakan salah satu hari suci yang memiliki makna mendalam bagi umat Buddha di seluruh dunia. Perayaan ini memperingati peristiwa ketika Buddha Gautama membabarkan Dhamma untuk pertama kalinya melalui Dhammacakkappavattana Sutta, yang dikenal sebagai pemutaran Roda Dhamma.

Pada kesempatan tersebut, Kondañña mencapai tingkat kesucian sebagai Ariya pertama, sehingga lahirlah Sangha. Dengan demikian, lengkaplah Tiratana, yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha, sebagai tiga permata yang menjadi perlindungan umat Buddha.

Disaksikan Lebih dari 10.000 Umat Buddha

Perayaan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur dihadiri oleh lebih dari 10.000 umat Buddha yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari mancanegara. Kehadiran ribuan peserta menjadikan perayaan ini sebagai salah satu momentum kebersamaan umat Buddha yang penuh semangat, persaudaraan, dan penghormatan terhadap ajaran Buddha.

Bagi Syailendra Dhammaghosa, kesempatan tampil di hadapan ribuan umat tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pelayanan melalui seni paduan suara Buddhis.

Menghadirkan Harmoni melalui Kidung Dhamma

Dalam penampilannya, Syailendra Dhammaghosa membawakan dua lagu Buddhis berjudul Sangha Mulia dan Indahnya Kasih. Kedua lagu tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan sehingga mampu menghadirkan suasana yang khidmat, syahdu, dan penuh kedamaian di tengah jalannya puja bakti.

Lantunan kidung Dhamma yang mengalun di pelataran Candi Borobudur mendapat sambutan hangat dari para bhikkhu, umat Buddha, serta tamu undangan yang hadir. Harmoni suara yang dibawakan tidak hanya menjadi sajian musikal, tetapi juga menjadi media penyampaian pesan Dhamma yang menyentuh hati para pendengarnya.

Komitmen Menyebarkan Nilai Dhamma melalui Musik

Partisipasi Syailendra Dhammaghosa dalam Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 menjadi bukti bahwa seni musik dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan ajaran Buddha kepada masyarakat. Melalui harmoni suara, nilai-nilai cinta kasih, kedamaian, dan kebijaksanaan dapat disampaikan dengan cara yang indah dan mudah diterima.

Ke depan, Syailendra Dhammaghosa diharapkan terus berkembang sebagai paduan suara Buddhis yang mampu memberikan inspirasi serta mempersembahkan kidung-kidung Dhamma terbaik dalam berbagai kegiatan keagamaan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Semoga setiap lantunan kidung Dhamma yang dipersembahkan menjadi sumber kebajikan, mempererat persaudaraan umat Buddha, serta menumbuhkan semangat untuk terus mengamalkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.