Dosen STAB Syailendra Laksanakan Pendampingan Visudhi & Palivacana PATRIA Temanggung: Menguatkan Kebijaksanaan Dhamma di Era Digital

 

Semarang, 1 Mei 2026 — Dosen Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pendampingan bagi Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini dilaksanakan di Wihara Bodhipakiyadhamma, Semanding, dengan mengangkat tema yang relevan dengan perkembangan zaman, yaitu “Navigasi di Era Digital: Kebijaksanaan Buddha untuk Jiwa Muda.”

Kegiatan Pengabdian Masyarakat STAB Syailendra

Pendampingan ini dipandu langsung oleh dosen STAB Syailendra, Suranto, yang memberikan pembekalan dalam kegiatan Visudhi & Palivacana. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari pemuda Buddhis dan panitia, yang memiliki semangat tinggi dalam memperdalam pemahaman Dhamma sekaligus mengasah keterampilan spiritual dan komunikasi keagamaan.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, peserta tidak hanya menerima materi tentang nilai-nilai Buddha Dhamma, tetapi juga diajak untuk berdialog secara terbuka mengenai tantangan kehidupan di era digital. Diskusi mencakup berbagai isu seperti penggunaan media sosial secara bijak, pengendalian diri, serta bagaimana mengintegrasikan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari generasi muda.

Antusiasme Pemuda PATRIA Temanggung

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang muncul sepanjang kegiatan. Hal ini mencerminkan tingginya minat generasi muda Buddhis dalam memahami ajaran Dhamma secara kontekstual. Keberagaman latar belakang peserta juga menjadi kekuatan tersendiri yang memperkaya dinamika diskusi, sehingga tercipta suasana belajar yang inklusif, reflektif, dan inspiratif.

Relevansi Dhamma di Era Digital

Melalui pendekatan yang komunikatif dan aplikatif, kegiatan ini diharapkan mampu membekali pemuda PATRIA dengan kebijaksanaan dalam menghadapi arus informasi digital yang semakin kompleks. Nilai-nilai seperti kesadaran (mindfulness), kebijaksanaan (paññā), dan etika (sīla) menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

Penguatan Karakter Generasi Muda Buddhis

Kegiatan Visudhi & Palivacana ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi awal dari rangkaian kegiatan pembinaan berkelanjutan yang akan memperkuat peran pemuda Buddhis dalam kehidupan sosial dan keagamaan. STAB Syailendra melalui program pengabdian masyarakat terus berupaya hadir sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Buddha Dhamma di Indonesia.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mampu menavigasi kehidupan modern dengan bijaksana, serta menjadikan Dhamma sebagai pedoman hidup di tengah dinamika era digital.