STAB Syailendra Gelar Seminar Pendidikan: Kebijaksanaan sebagai Dasar Pembangunan Moral Bangsa
Magelang, 31 Oktober 2026 – Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra kembali menyelenggarakan seminar pendidikan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mengangkat tema “Kebijaksanaan sebagai Dasar Pembangunan Moral Bangsa”, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama STAB Syailendra dengan Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) dalam rangka memperingati Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia.
Seminar ini menjadi ruang akademis untuk mempertemukan pemikiran, pengalaman, dan perspektif para praktisi serta akademisi dalam membahas peran pendidikan, khususnya pendidikan Buddhis, dalam membentuk manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga moralitas dan kebijaksanaan.
Pesan Pendidikan: Membangun Manusia Secara Utuh
Meskipun tidak dapat hadir secara langsung, Y.M. Sri Paññāvaro, Mahāthera selaku Saṅghapāmokkha (Kepala Saṅgha) Saṅgha Theravāda Indonesia turut memberikan Pesan Pendidikan melalui rekaman video.
Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa pendidikan Buddhis pada hakikatnya merupakan proses pembentukan manusia secara utuh. Pendidikan tidak seharusnya berhenti pada transfer pengetahuan atau penguasaan aspek intelektual semata, tetapi juga harus menyentuh pembentukan moral, karakter, dan perilaku.
Melalui pendidikan, seseorang diharapkan mampu memahami serta membedakan perbuatan baik dan buruk, sehingga pengetahuan yang dimiliki dapat diwujudkan dalam tindakan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Kebijaksanaan sebagai Fondasi Pembangunan Moral Bangsa
Dalam pidato pembuka (Keynote Speech), Y.M. Bhante Jotidhammo, Mahāthera menyampaikan bahwa seminar bertema “Kebijaksanaan sebagai Dasar Pembangunan Moral Bangsa” diharapkan menjadi ruang diskusi dan pemahaman bersama mengenai pentingnya kebijaksanaan dalam dunia pendidikan.
Beliau menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kebijaksanaan. Dengan demikian, tujuan pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pembentukan manusia yang memiliki pertimbangan moral, mampu bersikap bijaksana, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Kebijaksanaan yang tumbuh melalui pendidikan diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kehidupan bangsa yang bermoral dan bermartabat.

Menghadirkan Dua Narasumber dari Bidang Pendidikan
Untuk memperkaya perspektif dan pembahasan, STAB Syailendra menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan.
Narasumber pertama adalah Prof. Dr. Purwo Susongko, S.Pd., M.Pd., Guru Besar bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Beliau membawakan materi berjudul “Teori Pendidikan BUDHI: Konstruksi Pendidikan Holistik Berbasis Kesadaran (Perspektif Sang Hyang Tatwa Jnana).”
Narasumber kedua adalah Dr. Suranto, S.Ag., M.A., Wakil Ketua Bidang Akademik, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat STAB Syailendra. Beliau membawakan materi berjudul “Etnopedagogi Asah, Asih, Asuh Berbasis Buddha Dhamma.”
Kedua materi tersebut menghadirkan perspektif yang saling melengkapi dalam melihat pendidikan sebagai proses pengembangan manusia secara menyeluruh. Pendidikan holistik berbasis kesadaran dan pendekatan etnopedagogi yang berlandaskan Buddha Dhamma menjadi bagian dari upaya memperkaya pemikiran mengenai pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan moralitas.

Diikuti Berbagai Unsur Masyarakat Buddhis dan Akademisi
Seminar pendidikan ini mendapatkan partisipasi dari berbagai unsur masyarakat Buddhis dan kalangan akademisi. Peserta yang hadir meliputi para Bhante anggota Saṅgha, pengurus Magabudhi, Wandani, dan Patria dari berbagai daerah, guru Pendidikan Agama Buddha, Penyuluh Agama Buddha, dosen dan mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi Agama Buddha (PTAB) di Jawa Tengah, serta pengurus vihara dan klenteng.
Keberagaman latar belakang peserta tersebut menjadi ruang perjumpaan dan pertukaran gagasan antara kalangan akademisi, pendidik, tokoh agama, dan masyarakat. Melalui forum ini, diharapkan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan yang berorientasi pada kebijaksanaan dan moralitas dapat semakin berkembang dan diterapkan dalam kehidupan nyata.

Memperkuat Peran Pendidikan Buddhis dalam Membangun Bangsa
Penyelenggaraan seminar ini menjadi salah satu bentuk komitmen STAB Syailendra dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengembangan pendidikan dan penyebarluasan pengetahuan kepada masyarakat.
Sebagaimana harapan yang disampaikan oleh Y.M. Bhante Jotidhammo, Mahāthera, pendidikan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi dalam menumbuhkan kebijaksanaan dan membangun moralitas bangsa.
STAB Syailendra berharap kegiatan akademis seperti ini dapat terus diselenggarakan dengan menghadirkan topik-topik yang relevan, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Buddhis dan masyarakat.
Kerja sama dengan Saṅgha Theravāda Indonesia dalam kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari keberlanjutan kolaborasi positif dalam pengembangan pendidikan, penguatan nilai-nilai Buddha Dhamma, dan pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.
Semoga ajaran Buddha tetap lestari di seluruh dunia. Semoga semua makhluk berbahagia.