Puja Bakti dan Tumpengan Dies Natalis XXV: Merayakan dan Merefleksikan 25 Tahun Perjalanan STAB Syailendra
Kabupaten Semarang, 10 September 2026 — Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra menyelenggarakan Puja Bakti dan Tumpengan sebagai puncak rangkaian Dies Natalis Ke-XXV dan Ulang Tahun Perak STAB Syailendra pada Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 18.30–21.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus merefleksikan perjalanan STAB Syailendra selama 25 tahun dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi keagamaan Buddha dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Puja Bakti dan Tumpengan Dihadiri Keluarga Besar STAB Syailendra
Puja Bakti dan Tumpengan diikuti oleh pengurus, dosen, staf, dan mahasiswa STAB Syailendra. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan umat Buddha dari berbagai vihara di wilayah Kecamatan Getasan.
Suasana kegiatan semakin istimewa dengan kehadiran 8 Y.M. Bhikkhu anggota Sangha dan 3 samanera yang turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kehadiran Sangha, keluarga besar STAB Syailendra, serta umat Buddha menjadi wujud kebersamaan dalam memperingati seperempat abad perjalanan lembaga pendidikan tinggi keagamaan Buddha tersebut.

Wejangan Dhamma tentang Lima Kualitas Pendidik
Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua STAB Syailendra dan dilanjutkan dengan sambutan Padesanāyaka Sangha Theravada Indonesia Provinsi Jawa Tengah.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan puja bakti, meditasi, dan wejangan Dhamma yang menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan ini, Y.M. Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera menyampaikan wejangan mengenai lima kualitas yang perlu dimiliki oleh seorang pendidik.
Salah satu kualitas yang mendapat penekanan adalah Anukampa, yaitu bentuk belas kasih yang diwujudkan melalui kepedulian dan upaya memberikan manfaat bagi peserta didik.

Memahami Anukampa dalam Pendidikan
Dalam wejangan tersebut, Y.M. Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera menjelaskan bahwa Anukampa memiliki penekanan yang berbeda dengan Karuṇā.
Beliau memberikan sebuah analogi sederhana. Jika Karuṇā digambarkan seperti memberikan obat ketika seorang siswa telah sakit agar dapat sembuh, maka Anukampa merupakan bentuk belas kasih yang diberikan sebelum siswa mengalami sakit, yaitu dengan melakukan upaya agar siswa sebisa mungkin tidak mengalami kondisi tersebut.
Dalam konteks pendidikan, Anukampa dapat diwujudkan melalui upaya seorang pendidik dalam mempersiapkan peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan menjalani peran sebagai bagian dari masyarakat.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi STAB Syailendra untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan bekal bagi peserta didik agar mampu menjalani kehidupan dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Tumpengan Menjadi Wujud Syukur 25 Tahun STAB Syailendra
Setelah rangkaian puja bakti dan wejangan Dhamma, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh pengurus STAB Syailendra sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 25 tahun lembaga.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persembahan āmisapūjā kepada Y.M. Bhikkhu Sangha, pelimpahan jasa, serta pemercikan Tirta Paritta oleh Y.M. Bhikkhu Sangha.
Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari refleksi spiritual dan ungkapan syukur atas perjalanan STAB Syailendra sejak berdiri hingga memasuki usia seperempat abad.

Meneguhkan Komitmen STAB Syailendra dalam Pendidikan dan Pengabdian
Kegiatan ditutup dengan makan bersama yang diikuti oleh umat Buddha bersama pengurus, dosen, staf, dan mahasiswa STAB Syailendra. Kebersamaan tersebut menjadi penutup yang mencerminkan semangat kekeluargaan dalam peringatan Ulang Tahun Perak STAB Syailendra.
Memasuki usia 25 tahun, STAB Syailendra diharapkan terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang mampu melahirkan cendekiawan Buddhis yang berkualitas, memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang berlandaskan Buddha Dhamma dan Pancasila.
Momentum Dies Natalis Ke-XXV dan Ulang Tahun Perak menjadi kesempatan untuk tidak hanya mengenang perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus menyemai Dharma, menumbuhkan karya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dirgahayu STAB Syailendra. Semoga terus bertumbuh dalam Dharma, ilmu pengetahuan, dan pengabdian.
Semoga semua makhluk berbahagia.