Penarikan Mahasiswa PPL dan KKN STAB Syailendra di Kabupaten Kulon Progo

Kabupaten Kulon Progo, 30 September 2026 — Setelah dua bulan melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kalurahan Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, mahasiswa STAB Syailendra resmi ditarik kembali ke kampus oleh Ketua STAB Syailendra pada Rabu, 30 Oktober 2026 yang berlokasi di Omah Watu Blencong.

Kegiatan penarikan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian program PPL dan KKN yang telah dilaksanakan sejak akhir Juli 2026. Selama berada di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan pendidikan, keagamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dua Bulan Belajar dan Mengabdi di Tengah Masyarakat

Sebelumnya, pada 31 Juli 2026, mahasiswa PPL dan KKN STAB Syailendra secara resmi diserahkan kepada pihak sekolah dan umat Buddha setempat untuk melaksanakan berbagai program pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat.

Penempatan mahasiswa di Kalurahan Jatimulyo menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks kehidupan masyarakat secara langsung.

Melalui kegiatan PPL, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menjalankan proses pendidikan di sekolah. Sementara melalui KKN, mahasiswa berinteraksi secara lebih luas dengan masyarakat dan terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan serta pendampingan umat Buddha.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosial, komunikasi, kepemimpinan, dan pengabdian.

Pentas Seni Warnai Kegiatan Penarikan

Kegiatan penarikan mahasiswa berlangsung dalam suasana hangat dan meriah. Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian adalah berbagai pentas seni yang ditampilkan oleh subjek dampingan mahasiswa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Berbagai penampilan tersebut menjadi gambaran nyata dari proses kebersamaan dan pendampingan yang telah dibangun selama dua bulan. Kegiatan seni tidak hanya menjadi hiburan dalam acara penarikan, tetapi juga menunjukkan adanya interaksi dan keterlibatan mahasiswa bersama masyarakat selama menjalankan program PPL dan KKN.

Momen tersebut sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah mendukung mahasiswa selama melaksanakan kegiatan di Jatimulyo.

Kegiatan Sejalan dengan Program Kementerian Agama

Turut hadir dalam kegiatan penarikan Pandu Dinata, S.Kom., M.Pd., selaku Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama D.I. Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Pandu Dinata menyampaikan bahwa pelaksanaan PPL dan KKN mahasiswa STAB Syailendra sejalan dengan program kerja Kementerian Agama. Ia juga mendorong agar berbagai program yang telah dilaksanakan selama mahasiswa berada di Kulon Progo dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat Buddha di Kabupaten Kulon Progo.

Pesan tersebut menjadi penting karena keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak berhenti ketika masa PPL dan KKN berakhir. Program yang telah dirintis selama kegiatan diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dan pihak-pihak terkait sesuai dengan kebutuhan setempat.

Sinergi Kampus, Sekolah, dan Masyarakat

Kegiatan penarikan juga dihadiri oleh Bhante Dhiracitto dan Bhante Medhacitto selaku dosen STAB Syailendra, perangkat Padukuhan Jatimulyo, para ketua vihara di sekitar Kecamatan Girimulyo, serta perwakilan sekolah tempat pelaksanaan PPL, yaitu SDN 2 Sokomoyo dan SMP N 4 Girimulyo.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat.

Bagi STAB Syailendra, kegiatan PPL dan KKN menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang bagi mahasiswa untuk belajar memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Berpamitan dengan Haru

Di penghujung kegiatan, suasana haru terasa ketika mahasiswa berpamitan dan menyampaikan terima kasih kepada umat serta seluruh subjek dampingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka selama berada di Kulon Progo.

Dua bulan kebersamaan tersebut tidak hanya meninggalkan pengalaman akademik, tetapi juga pembelajaran mengenai kehidupan bermasyarakat, kerja sama, kepedulian, serta nilai-nilai pengabdian.

Pertemuan yang diawali dengan penyerahan mahasiswa pada 31 Juli 2026 akhirnya ditutup dengan penarikan pada 30 September 2026. Dalam rentang waktu tersebut, terjalin berbagai pengalaman dan kenangan yang akan menjadi bagian berharga dalam perjalanan mahasiswa sebagai calon pendidik dan insan yang akan berkarya di tengah masyarakat.

Membawa Pengalaman dari Kulon Progo ke Kampus

Setelah menyelesaikan rangkaian PPL dan KKN, mahasiswa kembali ke kampus untuk melanjutkan studi. Pengalaman yang diperoleh selama berada di Kalurahan Jatimulyo diharapkan dapat menjadi pembelajaran nyata dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang Pendidikan Keagamaan Buddha.

Lebih dari sekadar memenuhi tuntutan akademik, kegiatan PPL dan KKN memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung dinamika kehidupan masyarakat, memahami kebutuhan umat, serta belajar membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai pendidik, penggerak masyarakat, dan calon profesional di bidang Pendidikan Keagamaan Buddha.

Bagi STAB Syailendra, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian, dan kemampuan mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semoga pengalaman dan karya mahasiswa selama berada di Kulon Progo dapat terus memberikan manfaat, sementara hubungan baik yang telah terjalin antara STAB Syailendra, sekolah, vihara, dan masyarakat dapat terus berkembang di masa mendatang.

Semoga STAB Syailendra senantiasa hadir dan memberikan dampak nyata melalui setiap karya dan pengabdian.

Semoga semua kehidupan berbahagia.