Experiential Learning Mahasiswa STAB Syailendra di Tradisi Sedekah Bumi Bakaran Wetan

 

Mahasiswa Belajar Nilai Budaya, Keagamaan, dan Kehidupan Sosial Melalui Tradisi Sedekah Bumi di Pati

Pati, 14 Mei 2026 — Mahasiswa STAB Syailendra bersama dosen pendamping Dr. Suranto, S.Ag., M.A. melaksanakan kegiatan Experiential Learning melalui keterlibatan langsung dalam tradisi Sedekah Bumi di Desa Bakaran Wetan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran pada mata kuliah Multiagama dan Kepercayaan di Indonesia, Sosiologi Buddha, serta Metodologi Penelitian Kualitatif. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, mahasiswa diajak memahami praktik budaya dan kehidupan masyarakat secara langsung di lapangan.


Awal Kegiatan: Puja dan Bermalam di Vihara

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan puja di Candi Bhikkhu Khemasarano Mahāthera. Setelah itu, mahasiswa bermalam di Vihara Tunggak Semi sebagai bagian dari persiapan mengikuti prosesi Sedekah Bumi bersama masyarakat setempat.

Kebersamaan selama kegiatan memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa untuk lebih memahami kehidupan religius dan sosial masyarakat secara nyata, tidak hanya melalui teori di ruang kelas.


Observasi Tradisi Sedekah Bumi Bakaran Wetan

Dalam kegiatan lapangan tersebut, mahasiswa mengikuti secara langsung rangkaian prosesi Sedekah Bumi yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Bakaran Wetan.

Mahasiswa juga menyaksikan tradisi kondangan Sedekah Bumi di makam leluhur masyarakat, yakni Nyai Sabirah dan Ki Dalang Soponyono. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, serta partisipasi aktif sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan berbasis penelitian kualitatif.

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai cara masyarakat menjaga tradisi, membangun solidaritas sosial, serta memaknai nilai-nilai spiritual dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.


Sedekah Bumi sebagai Warisan Budaya dan Rasa Syukur

Tradisi Sedekah Bumi di Desa Bakaran Wetan merupakan warisan budaya leluhur yang terus dilestarikan masyarakat setiap tahun. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan, keselamatan, rezeki, serta keberkahan hidup yang diterima masyarakat.

Melalui doa bersama dan kebersamaan dalam prosesi adat, masyarakat berharap agar setiap usaha dan pekerjaan diberikan kelancaran, keberhasilan, serta perlindungan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Sedekah Bumi menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan nilai kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Pembelajaran Berbasis Pengalaman bagi Mahasiswa

Kegiatan Experiential Learning ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari realitas sosial dan budaya masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami keberagaman agama, budaya, serta dinamika sosial di Indonesia.

Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, mahasiswa akan menuangkan hasil pengalaman dan refleksi mereka ke dalam poster reflektif berbasis pengalaman lapangan.

Melalui kegiatan ini, STAB Syailendra terus mendorong model pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori akademik dengan pengalaman nyata di tengah masyarakat.