• syailendrastab@gmail.com
  • 0298-318132
  • 2022-09-22
  • Admin

Setelah selesai menyelenggarakan seluruh pra-acara Dies Natalis ke-XXI STAB Syailendra, acara puncak dalam rangkaian ini adalah pagelaran wayang. Pada Kesempatan ini, lakon yang dibawakan oleh para dalang lakon Sesaji Raja Suya. Secara singkat, lakon ini menceritakan tentang  upacara Sesaji Rajasuya yang diadakan oleh para Pandawa, serta kematian Prabu Jarasanda, musuh bebuyutan Prabu Kresna. Adapun dalang yang membawakan lakon ini adalah Ki Suratno Purba Carita dan Ki Bayu Nugroho Seyo Adi. Menariknya, kedua dalang tersebut adalah seorang ayah dan anak yang membawakan lakon ini secara bersama-sama. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara STAB Syailendra dengan Yayasan Paramitta Sukha.

Dalam kesempatan ini juga turut hadir para bhikkhu anggota Sangha dan perangkat Desa Wates. Bhikkhu Dhammasubho, Mahathera dalam kesempatan ini juga menyampaikan pesan Dhamma sekaligus pengantar mengenai kisah yang akan dibawakan. Bhikkhu Dhammasubho, Mahathera memberikan wejangan agar para umat Buddha jangan sampai melupakan kesenian dan tradisi yang sangat beragam di Indonesia. 


Sebelum pagelaran wayang dimulai, sebagai acara pembuka diisi dengan penampilan karawitan dari tiga tim karawitan Buddhis yang ada di Kec. Getaran. Tiga tim karawitan tersebut adalah Tim Karawitan Ngudi Budaya dari Dusun Deplonga, Tim Karawitan Wandira Bodhi dari Dusun Thekelan, dan Tim Karawitan Maduswara Krida Manyura dari gabungan Dusung Ngroto dan Bumiayu. Menariknya lagi, tim karawitan ini juga sepenuhnya dimainkan oleh para remaja Buddhis dan para siswa SMB. Kegiatan ini selain sebagai tontonan tetapi juga diharapkan bisa menjadi tuntunan bagi para pemirsa. Tujuan lainnya adalah untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan pada kesenian daerah pada diri setiap remaja Buddhis dan siswa SMB.

Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi semua.

Salam Metta

Admin STAB Syailendra