STAB Syailendra Gelar FGD Pembinaan Umat Buddha di Era Digital, Satukan Strategi dan Sinergi di Kabupaten Semarang
Kabupaten Semarang, 23 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra terus menunjukkan komitmennya dalam berkontribusi terhadap pembinaan umat Buddha, khususnya di Kabupaten Semarang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Umat Buddha di Era Digital yang mempertemukan berbagai tokoh dan pemangku kepentingan umat Buddha di Kabupaten Semarang.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25 dan Ulang Tahun Perak STAB Syailendra ini mengangkat tema “Strategi dan Mitigasi Perkembangan Umat Buddha pada Era Digital di Kabupaten Semarang.”
FGD sebagai Ruang Membangun Sinergi Pembinaan Umat Buddha
Pelaksanaan FGD menjadi ruang bersama bagi STAB Syailendra, tokoh umat Buddha, pemangku kepentingan, majelis, dan organisasi keagamaan Buddha untuk mempertemukan berbagai gagasan mengenai kondisi dan perkembangan pembinaan umat Buddha di Kabupaten Semarang.
Kabupaten Semarang memiliki keberagaman majelis dan aliran dalam kehidupan keagamaan umat Buddha. Keberagaman tersebut menjadi bagian penting yang perlu dikelola melalui komunikasi, kolaborasi, dan sinergi agar berbagai upaya pembinaan dapat berjalan secara lebih terarah.
Melalui FGD ini, STAB Syailendra berupaya mendorong terciptanya ruang dialog yang dapat mempertemukan berbagai perspektif sekaligus mencari titik temu untuk membangun pembinaan umat yang memiliki tujuan bersama.

Menyatukan Visi Pembinaan Umat Buddha di Era Digital
Perkembangan teknologi dan digitalisasi membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam kehidupan keagamaan. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pelaksanaan pembinaan umat Buddha.
Oleh karena itu, diperlukan strategi yang mampu menyesuaikan pembinaan umat dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai utama yang menjadi dasar kehidupan keagamaan.
FGD ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menyatukan visi dan strategi pembinaan umat Buddha di Kabupaten Semarang, sehingga berbagai pihak dapat bergerak dengan tujuan yang selaras serta menghasilkan program pembinaan yang memberikan dampak nyata bagi umat.
Tokoh dan Pemangku Kepentingan Terlibat dalam Diskusi
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua STAB Syailendra, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan tokoh umat Buddha Kabupaten Semarang, yaitu Ibu Priyatiningsih, S.Ag., M.Pd.B. dan Rama Pujiyanto.
Kehadiran para tokoh dan pemangku kepentingan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun dialog bersama mengenai berbagai kondisi, tantangan, serta peluang pembinaan umat Buddha di Kabupaten Semarang.
Diskusi Kelompok Berdasarkan Wilayah dan Kepemudaan
Sebelum memasuki sesi diskusi, moderator menyampaikan materi pengantar yang menjadi dasar dan bahan pembahasan bagi para peserta.
Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi berdasarkan wilayah. Selain kelompok berdasarkan wilayah, FGD juga menghadirkan kelompok khusus yang terdiri atas pemuda Buddhis Kabupaten Semarang.
Pembagian kelompok tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas kepada peserta untuk menyampaikan kondisi, persoalan, potensi, serta kebutuhan pembinaan umat Buddha berdasarkan perspektif dan pengalaman masing-masing.
Dalam proses diskusi, setiap kelompok membahas berbagai gagasan dan strategi yang dapat dilakukan untuk memperkuat pembinaan umat Buddha di Kabupaten Semarang, khususnya dalam menghadapi perkembangan era digital.

Merumuskan Rekomendasi Program Pembinaan Bersama
Setelah sesi diskusi kelompok selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pembahasannya di hadapan seluruh peserta.
Berbagai masukan, gagasan, dan rekomendasi yang disampaikan dalam forum kemudian dicatat dan dihimpun sebagai bahan untuk merumuskan rekomendasi program pembinaan umat Buddha secara bersama.
Hasil tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan dalam forum, tetapi dapat dikembangkan menjadi program nyata yang dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh berbagai pihak.
Menuju Roadmap Pembinaan Umat Buddha Kabupaten Semarang
Salah satu tujuan penting dari FGD ini adalah menghasilkan arah pembinaan yang dapat menjadi acuan bersama bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan umat Buddha di Kabupaten Semarang.
Ke depan, rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi roadmap pembinaan umat Buddha di Kabupaten Semarang yang dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang berbagai program pembinaan secara lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Roadmap tersebut diharapkan dapat menjadi ruang temu bagi berbagai majelis, aliran, organisasi keagamaan Buddha, tokoh, pemangku kepentingan, serta generasi muda untuk bergerak bersama dalam tujuan yang sama.
FGD sebagai Titik Awal Pembinaan Bersama
Pelaksanaan FGD ini diharapkan menjadi titik awal bagi pembinaan umat Buddha yang dilakukan secara bersama-sama di Kabupaten Semarang.
Perbedaan majelis dan aliran tidak diharapkan menjadi batas dalam membangun kolaborasi. Sebaliknya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memperkaya gagasan dan menciptakan berbagai bentuk pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan umat.
STAB Syailendra juga berharap hasil diskusi ini dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan pertemuan lanjutan sehingga rekomendasi yang telah dirumuskan dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata.
Melalui kegiatan ini, STAB Syailendra berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam membangun ekosistem pembinaan umat Buddha yang kolaboratif, adaptif terhadap perkembangan digital, terarah, dan berkelanjutan.
Semoga FGD ini menjadi langkah awal untuk menyatukan strategi, menguatkan sinergi, dan menghadirkan pembinaan yang memberikan dampak nyata bagi umat Buddha di Kabupaten Semarang.
Menyatukan Strategi, Menguatkan Sinergi, Bersama Membina Umat.