Uji Pakar Kurikulum Perkuat Penyusunan Kurikulum Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha STAB Syailendra Berbasis Outcome-Based Education
Kabupaten Semarang, 23 Juni 2026 – Dalam rangka memastikan kualitas dan relevansi kurikulum yang akan diterapkan, Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha (PKB) Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra melaksanakan Uji Pakar Kurikulum sebagai salah satu tahapan strategis dalam proses pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen STAB Syailendra untuk menghadirkan kurikulum yang berkualitas, adaptif, serta selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, dan kebijakan pendidikan tinggi.
Kegiatan Uji Pakar Kurikulum Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha STAB Syailendra dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, secara hybrid, dengan menggabungkan pertemuan luring di kampus STAB Syailendra dan partisipasi daring melalui platform konferensi video.
Tahapan ini menjadi proses validasi akademik sebelum kurikulum ditetapkan dan diimplementasikan kepada mahasiswa.
Uji Pakar Menjadi Tahapan Penting dalam Pengembangan Kurikulum
Pelaksanaan Uji Pakar merupakan kelanjutan dari rangkaian penyusunan kurikulum yang sebelumnya telah melalui berbagai tahapan, mulai dari evaluasi kurikulum yang sedang berjalan, analisis kebutuhan, penyusunan profil lulusan, penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), hingga Focus Group Discussion (FGD) bersama para stakeholder.
Melalui tahapan ini, STAB Syailendra memastikan bahwa rancangan kurikulum yang telah disusun tidak hanya memenuhi kebutuhan internal program studi, tetapi juga memperoleh validasi dari pakar yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan kurikulum dan pendidikan tinggi.
Dengan pendekatan yang sistematis tersebut, proses penyusunan kurikulum menjadi lebih komprehensif, objektif, dan sesuai dengan prinsip penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Hadirkan Guru Besar Universitas Sebelas Maret sebagai Pakar Kurikulum
Pada pelaksanaan Uji Pakar Kurikulum, STAB Syailendra menghadirkan Prof. Dr. paed. Nurma Yunita Indriyanti, S.Pd., M.Si., M.Sc. sebagai narasumber sekaligus pakar yang memberikan telaah akademik terhadap rancangan kurikulum Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha.
Sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Teknologi dan Pembelajaran Kimia Lingkungan Universitas Sebelas Maret, beliau memberikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman akademik, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, serta implementasi standar mutu pendidikan tinggi.
Kehadiran pakar eksternal memberikan perspektif yang objektif dalam menilai kesesuaian kurikulum terhadap regulasi nasional, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebutuhan kompetensi lulusan pada masa depan.

Telaah Akademik untuk Menjamin Mutu Kurikulum
Salah satu tujuan utama pelaksanaan Uji Pakar adalah memperoleh telaah akademik yang komprehensif terhadap seluruh komponen kurikulum.
Beberapa aspek yang menjadi fokus pembahasan meliputi:
- Profil lulusan Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha;
- Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL);
- Struktur kurikulum dan distribusi mata kuliah;
- Kesesuaian mata kuliah dengan CPL;
- Strategi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE);
- Sistem penilaian dan evaluasi pembelajaran;
- Keterkaitan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Melalui proses telaah tersebut, setiap komponen kurikulum dianalisis secara mendalam agar memiliki keterkaitan yang kuat antara profil lulusan, kompetensi yang diharapkan, proses pembelajaran, hingga sistem evaluasi hasil belajar mahasiswa.
Diskusi Interaktif Menghasilkan Berbagai Rekomendasi Penyempurnaan
Selama pelaksanaan kegiatan, suasana diskusi berlangsung aktif dan konstruktif. Tim Pengembang Kurikulum Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha memaparkan rancangan kurikulum yang telah disusun, kemudian memperoleh berbagai tanggapan, saran, dan rekomendasi dari pakar.
Beberapa rekomendasi yang menjadi perhatian antara lain:
- Penguatan keterkaitan antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK;
- Penyempurnaan struktur mata kuliah agar lebih efektif dan relevan;
- Penguatan implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education;
- Optimalisasi asesmen untuk mengukur ketercapaian capaian pembelajaran;
- Penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan teknologi pendidikan dan kebutuhan profesi guru agama Buddha.
Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi penting yang akan digunakan dalam penyempurnaan dokumen kurikulum sebelum memasuki tahap finalisasi dan implementasi.

Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education untuk Menjawab Tantangan Masa Depan
Dalam proses pengembangan kurikulum, STAB Syailendra mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai fondasi utama penyelenggaraan pendidikan.
Pendekatan ini memastikan bahwa seluruh proses pendidikan dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan profesional, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, kemampuan berkolaborasi, komunikasi yang efektif, serta karakter Buddhis yang kuat.
Melalui kurikulum berbasis OBE, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pendidik agama Buddha yang adaptif terhadap perubahan zaman serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan maupun masyarakat.
Komitmen STAB Syailendra terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi
Pelaksanaan Uji Pakar Kurikulum menunjukkan keseriusan STAB Syailendra dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu dan perbaikan berkelanjutan.
Setiap tahapan penyusunan kurikulum dilakukan secara sistematis melalui evaluasi internal, analisis kebutuhan, pelibatan stakeholder, validasi oleh pakar, hingga implementasi berbasis standar nasional pendidikan tinggi.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya STAB Syailendra dalam menghasilkan lulusan Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha yang profesional, kompeten, adaptif, berintegritas, serta memiliki kemampuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia.
Kolaborasi Akademik sebagai Fondasi Pengembangan Kurikulum Berkualitas
Pengembangan kurikulum yang berkualitas membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pakar akademik, pengguna lulusan, alumni, organisasi profesi, serta masyarakat.
Melalui pelaksanaan Uji Pakar Kurikulum, STAB Syailendra menunjukkan bahwa penyusunan kurikulum bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga merupakan proses akademik yang terbuka terhadap berbagai masukan demi menghasilkan kurikulum yang relevan, inovatif, dan berdaya saing.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha STAB Syailendra sebagai program studi yang menghasilkan lulusan berkualitas dan siap menghadapi tantangan pendidikan pada tingkat nasional maupun global.
Penutup
Uji Pakar Kurikulum yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha STAB Syailendra menjadi tahapan strategis dalam memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan memiliki kualitas akademik yang tinggi, selaras dengan kebijakan pendidikan tinggi, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Melalui validasi oleh pakar, penyempurnaan berbasis masukan akademik, serta penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), STAB Syailendra terus memperkuat komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, adaptif, dan berkarakter Buddhis. Diharapkan kurikulum yang akan diimplementasikan mampu menjadi fondasi bagi lahirnya pendidik agama Buddha yang unggul dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia.